lppdjatim.org, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) menggelar seleksi tahap akhir penerima Beasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) jenjang S1, S2, dan S3. Seleksi ini berlangsung selama tiga hari (7, 8 dan 9 Agustus) dan menjadi penentu akhir siapa saja yang berhak mendapatkan beasiswa tersebut.
Proses seleksi beasiswa ini terdiri dari tiga tahapan. Tahap pertama adalah seleksi administrasi, diikuti tahap kedua yang dilakukan oleh perguruan tinggi sesuai pilihan calon mahasiswa. Tahap ketiga, yang berlangsung di tingkat provinsi, mencakup seleksi baca kitab dan kelayakan ilmiah yang diselenggarakan oleh LPPD Jawa Timur khusus bagi penerima beasiswa doktor.
Tahun ini, Pemprov Jatim menyiapkan total 1.193 paket beasiswa, meliputi 518 kuota S1 PTKI, 225 kuota S2 PTKI, 40 kuota S3 PTKI, 380 kuota Ma’had Aly, dan 30 kuota S2 di Universitas Al-Azhar, Mesir. Program ini merupakan bagian dari upaya percepatan penyiapan sumber daya manusia ahli pesantren dan pendidikan Islam agar mampu berperan strategis dalam pembangunan daerah dan nasional.
Sejak diluncurkan pada 2019 hingga 2025, program beasiswa ini telah memberikan manfaat kepada 6.876 penerima. Dari jumlah tersebut, 4.168 di antaranya telah menamatkan studinya, terdiri dari 2.340 sarjana, 1.100 magister, 38 doktor, 665 lulusan Ma’had Aly, dan 25 lulusan S1 Universitas Al-Azhar Mesir.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut program ini sebagai langkah strategis yang akan memperkuat peran generasi muda Jawa Timur menuju Indonesia Emas 2045.
“Mereka inilah yang kelak menjadi pemain inti ketika Jawa Timur menjadi gerbang baru Nusantara,” ujarnya.

0 Komentar