mail@lppdjatim.org +6281235081926

Kerjasama Pemprov Jatim dan Universitas Al-Azhar Mesir: Pengalaman Yang Berliku dan Penuh Tantangan

www.lppdjatim.org- Surabaya- Jum'at 5 Juli 2019 Syaikh Prof. Ibrahim Shalah As-Sayyid Sulaiman el-Hud Hud (mantan Rektor Al-Azhar) sebagai utusan resmi Rektor Al-Azhar Kairo Mesir, berkunjung ke Grahadi, bersilaturrahim dengan Gubernur Jawa Timur, H. Khofifah Indar Parawansa. Dicapai dua  kesepakatan penting untuk kerjasama Pemprov Jatim dan Universitas Al-Azhar: (1) sepakat bekerjasama pendidikan dengan kuota 30 mahasiswa setiap tahun untuk belajar di Al-Azhar; (2) dijamin, selama di Al-Azhar mahasiswa penerima beasiswa Pemprov Jatim  belajar Islam moderat (Islam wasathiyah).

Menindaklanjuti kesepakatan tersebut, maka secara responsif pada hari Sabtu 6 Juli 2019 Gubernur Khofifah berkoordinasi dengan Pengasuh Pesantren pengelola Pendidikan Diniyah Formal 'Ulya, Pendidikan Mu'adalah 'Ulya, dan Madrasah Aliyah agar mempersiapkan diri.

Sehingga pada bulan Maret 2020 sosialisasi dilakukan, pendaftar sudah melampaui target dan mekanisme seleksipun dirancang. Namun, akhir Maret 2020 Covid-19 melanda Mesir dan Indonesia, termasuk Jawa Timur, kerjasama belum bisa diwujudkan, seleksi tertunda.

Seiring berjalannya waktu, pada bulan April 2021 seleksi dimulai: tahap  1 baca kitab oleh LPPD, tahap 2 kompetensi  kemampuan Bahasa Arab dan hafalan Al-Qur'an  oleh Tim Al-Azhar, akhirnya terseleksi 30 peserta sesuai kuota.

Setelah itu pada tanggal 25 s.d 30 Mei 2021 Gubernur menugaskan Tim survei ke Kairo Mesir, yakni: Drs. H. A. Hamid Syarif, MH., Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, MA., Dr. KH. Ahmad Fahrurrozi, M. Pd., dan Fahmatul Kholidah Al-Hasani, M. Pd. Selain bersilaturrahim dengan tokoh-tokoh yang dibutuhkan, tim juga berkunjung ke KBRI menemui Dubes dan Jajaran, karena tim survei harus memastika rumah kontrak yg sesuai dengan saran Gubernur Khofifah:  bersih, aman, kondusif untuk belajar dan transportasi mudah.

Selanjutnya pada tanggal 14 Juni 2021 s.d 08 Nopember 2021, 30 peserta lulus seleksi menempuh matrikulasi di Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA). PUSIBA adalah satu-satunya lembaga yang dipercaya Al-Azhar untuk mempersiapkan kompetensi Bahasa Arab khusus bagi Calon Mahasiswa Asing.

Dan pada tanggal 19 Nopember 2021 Duta Besar Mesir untuk Indonesia Yang Mulia Tuan Ashraf Mohamed Moquib Sultan berkunjung ke Grahadi, bersilaturrahim dengan Gubernur Khofifah. Pak Dubes menawarkan agar kerjasama tidak hanya pendidikan, tetapi juga perdagangan, pariwisata dan lainnya. Sementara itu, pada tanggal 4 Januari 2022 ke-30 peserta diundang Gubernur Khofifah ke Grahadi, dilepas secara resmi dan tanggal 6 Januari 2022 ke30 peserta berangkat ke Mesir mencari ilmu dan keberkahan di perguruan tinggi Islam tertua di dunia.

Perjalanan berikutnya adalah saat pada tanggal 21 Nopember 2022 Gubernur Khofifah bersilaturrahim ke Duta Besar Mesir di Jakarta, kami mendampingi dan merekam agenda kulonuwun Gubernur Khofifah untuk mewujudkan kerjasama dan kesiapan Pak Dubes memback up  pertemuan dan agenda strategis di Mesir.

Akhirnya pada bulan Nopember 2022 Gubernur Khofifah melakukan kunjungan perjalanan dinas ke Mesir dan sekitarnya. Tiga agenda strategis yakni: kerjasama dengan Gubernur Alexandria untuk pendidikan, perdagangan dan pariwisata. Serta menggelar pameran turats karya intelektual ulama Nusantara di Mesir dan Saudi Arabia, dan Silaturrahim dengan Ulama Mesir, khususnya Grand Syaikh Prof. Dr. Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyib.

Selanjutnya pada tanggal 24 Nopember 2022, Gubernur Khofifah bersilaturrahim dengan Grand Syaikh Azhar. Grand Syaikh didampingi 3 Tim Ahli. Gubernur Khofifah didampingi Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA., Dr. KH. Mauhiburrahman, MA., Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, M. Si dan Dr. Suko Widodo. Selain itu bergabung juga Dr. H. Ahmat Lutfi, Dubes RI untuk Mesir dan KH. Mukhlason Jalaluddin.

Kemudian, pasca pertemuan dengan Grand Syaikh di Kairo, permasalahan tidak lantas berakhir, tidak. Jalan masih berliku, 30 peserta hasil seleksi 2022 dan selesai matrikulasi akhir Nopember 2022 sampai akhir Desember 2022 belum bisa berangkat karena visa bagi calon mahasiswa se Indonesia tidak terbit, baru terbit secara berkala sejak Pebruari 2023, artinya seluruh calon mahasiswa Indonesia, termasuk  30 peserta dari LPPD tidak bisa kuliah tahun akademik 2022/2023, dan baru bisa kuliah pada tahun akademik 2023/2024 bersamaan dengan peserta hasil seleksi tahun 2023. Hasil seleksi tahun 2023 hampir saja tdk berangkat karena tidak memperoleh rekom dari Kementerian Agama RI sebagai syarat kuliah di luar negeri.

Kemudian, pada tanggal 14 September 2024 Ibu Khofifah menjamu tamu-tamu istimewa, pejabat aktif Mesir, untuk memantapkan kerjasama: Rektor Universitas Al-Azhar yang baru, Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar, Wakil Dubez Mssir di Jakarta dan Pengurus Organisasi Internasional Al-Azhar Cabang Indonesia.

Sebagai catatan akhir, Pengurus LPPD sangat mengapresiasi kepedulian Gubernur Khofifah memberikan solusi terhadap problem kerjasama Al-Azhar dan Pemprov Jatim. Ketika calon  mahasiswa terkendala problem visa, beliau bersilaturrahim ke grand syaikh Azhar dan berkomunikasi dengan Dubes Mesir di Jakarta dan Duber FI di Mesir. Ketika calon mahasiswa terkendala problem rekomendasi, Gubernur Khofifah yang masih di Inggris rela terbang ke Jakarta menemui Mesteri Agama, begitu dua tokoh (Gubernur Khofifah dan Gus Menteri Agama) ini ketemu, problem berakhir. Kami (Prof. Abd. Halim dan Prof. Muhibin) bersyukur meski hanya menjadi saksi tentang kepedulian beliau terhadap percepatan pengembangan SDM Pesantren dan Pendidikan di Jawa Timur.

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *

Hubungi Kami ?