mail@lppdjatim.org +6281235081926

Gubernur Khofifah Dianugerahi Tokoh Kontributif Pendidikan Islam oleh UIN Sunan Ampel

lppdjatim.org, Surabaya — Gubernur Jawa Timur, Hj. Khofifah Indar Parawansa, menerima penghargaan bergengsi sebagai Tokoh Kontributif Pendidikan Islam di Jawa Timur dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Penghargaan ini diberikan dalam sebuah seremoni akademik Wisuda ke-112 UINSA pada Sabtu (20/7), sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan kontribusi nyata Gubernur Khofifah dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) pesantren dan pendidikan Islam di Jawa Timur.

Sejak awal menjabat sebagai Gubernur pada 2019, Khofifah telah menanam “jariyah keilmuan” yang berdampak luas. Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinannya memberikan beasiswa pendidikan tinggi kepada ribuan santri dan kader pendidikan Islam di berbagai level. Total sebanyak 6.876 penerima manfaat telah mendapatkan beasiswa, yang mencakup pendidikan di Pesantren, Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Ma’had Aly, Pendidikan Diniyah, hingga perguruan tinggi luar negeri seperti Al-Azhar Mesir.

Dari jumlah tersebut, 4.168 orang telah menyelesaikan pendidikan dan kembali mengabdi di pesantren dan masyarakat di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Para alumni tersebut terdiri dari 2.340 Sarjana (S1)1.100 Magister (S2)38 Doktor (S3)665 Sarjana Ma’had Aly (M1), dan 25 lulusan S1 Al-Azhar Mesir.

Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) Jawa Timur, Prof. Dr. Abd. Halim Soebahar, menyampaikan bahwa penghargaan ini tidak hanya simbolis, tetapi merupakan pengakuan atas strategi jangka panjang yang dibangun Gubernur Khofifah dalam menyiapkan SDM unggul untuk masa depan Indonesia.

“Kita menyaksikan sendiri, bagaimana Ibu Gubernur menjadi kepala daerah pertama di Indonesia yang serius mendukung pengembangan Ma’had Aly, pengkaderan ulama muda, hingga pembiayaan studi ke Al-Azhar Mesir. Ini bukan sekadar program, ini adalah warisan keilmuan yang akan harum dan dikenang dari generasi ke generasi,” tegas Prof. Halim.

Yang menarik, dari 38 doktor penerima beasiswa Pemprov Jatim, seluruhnya lulus tepat waktu di empat perguruan tinggi keagamaan terkemuka, antara lain: UIN KHAS Jember, UIN SATU Tulungagung, UNISMA Malang, dan UIN Sunan Ampel Surabaya—dengan predikat cumlaude.

Selain beasiswa, perhatian Pemprov Jatim terhadap dunia pesantren diwujudkan secara regulatif melalui kehadiran Perda No. 3 Tahun 2022 dan Pergub No. 43 Tahun 2023 tentang Pesantren, menjadikan Jawa Timur satu-satunya provinsi di Indonesia yang memiliki dasar hukum lengkap dalam penguatan pendidikan pesantren.

“Ketersediaan tenaga ahli dari pesantren kini menjadi kebutuhan strategis. Kita tidak ingin santri hanya menjadi penonton di panggung pembangunan. Bersama Gubernur Khofifah, kita mempersiapkan mereka menjadi pemain inti dalam menyongsong Gerbang Baru Nusantara dan Indonesia Emas 2045,” tambah Prof. Halim.

Dengan penghargaan ini, kiprah Khofifah Indar Parawansa dalam bidang pendidikan Islam tak hanya tercatat dalam lembar sejarah Jawa Timur, namun juga menjadi model inspiratif bagi daerah lain di Indonesia.

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *

Hubungi Kami ?